Berita Daerah

Kenduri 1000 Hari Pak Kliwon Digelar di Kediaman, Jemaah Masjid An-Nur, Dihadiri Tokoh Masyarakat

×

Kenduri 1000 Hari Pak Kliwon Digelar di Kediaman, Jemaah Masjid An-Nur, Dihadiri Tokoh Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Desa karangsari kabupaten Simalungun– 20 sep 2026 Kenduri doa 1000 hari almarhum Pak Kliwon, orang tua dari saudara Bayu, digelar di kediaman salah satu jemaah Masjid An-Nur. Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh keluarga, jemaah masjid, serta undangan dari kelompok perwiritan.

Acara kenduri tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum sekaligus menjadi momentum bagi keluarga dan masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa.

Pelaksanaan doa 1000 hari ini diikuti oleh para jemaah Masjid An-Nur dan anggota perwiritan yang hadir memenuhi undangan keluarga.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Para tamu undangan hadir untuk memberikan dukungan dan doa kepada keluarga yang ditinggalkan oleh almarhum Pak Kliwon.

Acara doa dipimpin oleh Ustaz Fahri. Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Fahri mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama mendoakan almarhum agar mendapat ampunan dan tempat yang baik di sisi Allah SWT.

Doa bersama berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Para peserta mengikuti rangkaian acara dengan tertib hingga selesai.

Selain doa bersama, kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antara keluarga almarhum dengan masyarakat sekitar, khususnya jemaah Masjid An-Nur dan kelompok perwiritan.

Dalam acara tersebut, Bapak Juwaer turut berperan sebagai khatib. Kehadirannya menambah khidmat rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh keluarga.

Bapak Juwaer juga menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada para jamaah yang hadir. Pesan tersebut mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi, memperbanyak doa, serta mengambil pelajaran dari kehidupan dan kematian.

Keluarga saudara Bayu menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jemaah Masjid An-Nur, anggota perwiritan, serta masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mendoakan almarhum.

Kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan eratnya hubungan sosial dan kepedulian antarwarga dalam kehidupan bermasyarakat.

Sejumlah tokoh masyarakat turut hadir dalam acara kenduri tersebut. Mereka bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan dan memberikan dukungan moril kepada keluarga almarhum.

Acara berlangsung dengan sederhana namun penuh makna. Setelah rangkaian doa dan tausiah selesai, para jamaah kemudian menikmati hidangan kenduri yang telah disiapkan oleh keluarga.

Kegiatan kenduri 1000 hari tersebut diharapkan menjadi momentum bagi keluarga untuk terus mengenang kebaikan almarhum sekaligus mempererat hubungan silaturahmi dengan masyarakat.

Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa bersama. Keluarga kembali menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan doa dari seluruh jemaah, perwiritan, tokoh masyarakat, serta para undangan yang hadir.

(TIM)