Berita Daerah

Bobby Sihite Desak Kanwil Evaluasi Lapas Narkotika Pematangsiantar Dan Usut Pelaku Teror Terhadap Pegawai Lapas Tebing Tinggi.

×

Bobby Sihite Desak Kanwil Evaluasi Lapas Narkotika Pematangsiantar Dan Usut Pelaku Teror Terhadap Pegawai Lapas Tebing Tinggi.

Sebarkan artikel ini

SUMATERA UTARA (SIAR24JAM)– Koordinator Advokasi Organisasi Jaguar Tactical, Bobby Sihite, soroti berbagai dinamika yang belakangan terjadi di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Sumatera Utara.Senin (18/5/2026).

Mulai dari berkembangnya berbagai isu di Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar hingga dugaan teror penembakan rumah salah satu pegawai Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi, Martin Simangunsong.

Menurut Bobby, rangkaian peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Utara (Kanwil Ditjenpas Sumut) agar tidak menimbulkan penurunan kepercayaan publik terhadap institusi Lembaga Pemasyarakatan.

“Kami minta Kakanwil Ditjenpas Sumut, Yudi Suseno, agar melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk untuk Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar yang belakangan menjadi sorotan publik. Ketika berbagai persoalan terus berkembang, evaluasi adalah langkah penting agar semuanya transparan dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,”.Tegas Bobby Sihite.

Menurut Bobby, isu yang berkembang di Lapas Narkotika Pematangsiantar, mulai dari dugaan keberadaan “Parengkol”, isu penggunaan HP di dalam Lapas hingga berbagai informasi lain yang beredar di masyarakat,Perlu dijawab dengan penguatan sistem pengawasan dan keterbukaan informasi publik.

Pernyataan pihak Lapas yang sebelumnya menjadi sorotan bahwa kondisi Lapas bersih dari narkoba dan HP serta melakukan razia rutin dua kali dalam seminggu.

“Kalau memang pengawasan berjalan ketat dan razia dilakukan rutin dua kali seminggu, tentu hasilnya akan lebih maksimal. Antara pernyataan dan fakta di lapangan harus seimbang,”.Ujarnya.

Selain itu, Bobby juga menyoroti dugaan teror penembakan rumah pegawai Lapas Tebing Tinggi yang terjadi setelah adanya dinamika di lingkungan Lapas termasuk razia dan temuan barang yang diduga narkotika.

Aparat Penegak Hukum harus mengusut tuntas peristiwa tersebut dan memastikan, apakah terdapat kaitan dengan aktivitas atau tugas kedinasan pada korban teror?

“Kami mengecam segala bentuk teror maupun intimidasi terhadap Aparat Negara yang sedang menjalankan tugas. Jika benar ada pesan atau ancaman tertentu di balik peristiwa ini, maka Negara tidak boleh kalah dengan tindakan intimidasi yang dilakukan oleh oknum tertentu,”.Tegas Bobby.

Meski demikian, Bobby juga berharap agar masyarakat tidak membuat spekulasi.

“Kita serahkan kepada Aparat Kepolisian, agar proses hukum penyelidikan berjalan objektif,”.Tutur Bobby.

Dalam aspek regulasi, Bobby berpendapat penguatan pengawasan harus sejalan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan yang menekankan pentingnya keamanan,Ketertiban, Pembinaan serta pengawasan dalam penyelenggaraan sistem pemasyarakatan.

Dukungan terhadap program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto bukan berarti menutup ruang kritik.

“Kami mendukung penuh program Menteri Imipas. Tetapi jika program reformasi ini serius dijalankan, Maka evaluasi dan pembenahan harus dilakukan secara nyata hingga ke tingkat pelaksanaan. Jangan sampai semangat pembenahan di pusat justru terganggu karena lemahnya pengawasan di lapangan,”.Katanya.

Di akhir pernyataannya, Bobby meminta seluruh pihak menjadikan evaluasi sebagai langkah penguatan institusi, bukan untuk mencari kambing hitam.

“Tujuan kita sama,Menjaga marwah pemasyarakatan agar tetap bersih, profesional, dan mendapat kepercayaan masyarakat,”.Tutup Bobby Sihite.

 

(Team)